cerita singkat
Sore
itu, ada seorang Gadis duduk termenung di deker dekat lorong masuk
sekolahan. Tanpa sengaja ada seorang
Pria lewat dan memperhatikan Gadis tersebut sambil bergumam dalam hati “ Siapa
Gadis itu..?? dia cantik, sepertinya dia bukan orang sini?? “, dalam hatinya
dipenuhi rasa penasaran dan ingin tahu. Kemudian terlintas dipikiran pria itu,
saya harus bisa dapatkan dia, dia harus jadi pacarku, HARUSS..!! “tekadnya”.
Sampai
pada akhirnya pria itu bisa dekat dengan gadis yang di incarnya, dan berhasil membuat
sang Gadis jatuh cinta kepadanya. Satu.. dua.. hari berlalu rencana sang
priapun berjalan dengan lancar. Sudah dapat dipastikan kalau sang Gadis
betul-betul jatuh cinta dengan dirinya. Ini pertama kalinya sang Gadis
merasakan Jatuh Cinta, dia betul-betul Sayang pada pria itu sampai suatu hari
mereka resmi Pacaran. Mereka sangat bahagia layaknya pasangan muda yang sedang
dimabuk asmara.
Satu
hari sebelum kepergian pria itu, mereka sempat bertemu dan jalan bersama di
suatu pantai. Tak di sangka-sangka ternyata pertemuan mereka waktu itu adalah
pertemuan perpisahan sekaligus berakhirnya hubungan mereka karena sang pria
harus pergi keluar kota untuk melanjutkan kuliahnya dan memilih untuk
meninggalkan gadis itu tanpa alasan dan penjelasan apapun. Tak lama dari itu
sang Gadis jatuh sakit karena di tinggal kekasih yang sangat dia puja. Dia
begitu terkaget dengan sikap kekasihnya. Kekasihnya yang menurutnya begitu
baik, sabar, pengertian, dan penyanyang, dia tidak akan setega itu dengannya
tapi kenyataan mengalahkan itu semua,, kenyataan dia tidak sebaik yang
diapikir.
Waktu
terus berjalan, sang Gadis mencoba ikhlas dan belajar melupakan mantan
kekasihnya itu. Beberapa kali ia terlihat dekat dengan cowok lain, bahkan sudah pernah ditembak.
Namun sang Gadis selalu menolaknya dengan alasan, ia masih sayang mantannya, ia
belum bisa menerima kehadiran orang lain di hatinya, bahkan ia berkata “saya
sudah tidak mempunyai hati untuk mencintai orang lain”. Ya.. benar, sang Gadis membuktikan
perkataannya. Selama Sembilan bulan ia masih setia dengan kesendiriannya. Dalam
hatinya masih berharap “ suatu hari nanti kekasihnya akan kembali lagi
kepelukkannya”.
Iya..
.. rupanya, yang diatas mengabulkan doa Gadis itu. Ia kembali bertemu dengan
mantannya. Ia merasa hidup kembali. Senyumnya yang dulu hilang kini telah
kembali. Selang satu bulan mereka sudah kembali menjalin hubungan. Karena
merasa semangat hidupnya kembali sang Gadispun mencintai Pria itu lebih dari
pada sebelumnya. Kali ini sang Gadis begitu percaya bahwa Pria itu memang
tulang rusuknya. Sebagai rasa syukurnya, apapun yang di minta sang kekasih dia
lakuin untuknya. Sang gadispun banyak berkorban. Ia lebih sering mengalah dalam
hubungan mereka sembari berharap mereka akan terus bersama-sama sampai pada
waktunya untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Tapi
sayang.. semua harapan Gadis itu sirna begitu saja. Sang kekasih kembali
mengkhianatinya. Hatinya kembali terluka. Smua mimpi dan harapan hilang dalam
sekejap mata.
Komentar